Bawaslu DKI Jakarta, Pemberian Penghargaan dan Santunan bagi Pengawas Pemilu Adhock Yang Meninggal dan Sakit pada Pemilu 2019.

Bawaslu DKI Jakarta, memberikan Santunan bagi Pengawas Pemilu Adhock Yang Meninggal dan Sakit pada Pemilu 2019.

Pelaksanaan pemilu serentak tahun 2019, merupakan pemilu yang dirasa  lebih berat dari pemilu 2014, beban kerja yang di lakukan penyelanggara adhok dari tingkat kecamatan sampai TPS akhirnya memakan korban, mungkin karena faktor kelelahan dan lain-lain. Perjuangan dan dedikasi yang mereka berikan dari jajaran penyelenggara memang tidak sebanding dengan yang mereka dapatkan, ini menjadi perhatian  semua untuk memperhatikan kesejahteraan dan keselamatan dalam proses pelaksanaan pemilu hang demokratis.

Dalam pelaksanaan pemungutan suara dan rekapitulasi banyak pengawas pemilu adhock kedapatan sakit dan meninggal, kemudian Bawaslu RI mengumumkan negara akan  pemberian santunan kepada pengawas pemilu yang meninggal dunia dan sakit serta memenuhi persyaratan medis dan administrasi. Oleh karenanya Bawaslu RI telah memberikan santunan bagi pengawas pemilu yang meninggal dunia dan jatuh sakit dalam menjalankan tugasnya.

Melanjutkan langkah Bawaslu RI yang telah melakukan pemberian santunan Bawaslu DKI Jakarta juga memberikan santunan  kepada penyelenggara pemilu tahun 2019 yang meninggal dunia, dan mengalami kecelekaan atau sakit dalam menjalankan tugas.

Data pengawas pemilu yang memenuhi persyaratan administrasi dan sudah diberikan santunan sebagai berikut:

  1. Kota Jakarta Timur, ada 4 pengawas
  2. Kota Jakarta Selatan, ada 2 pengawas
  3. Kota Jakarta Barat, ada 1 pengawas
  4. Kota Jakarta Utara, ada 3 pengawas

Dari Bawaslu Jakarta Timur dari 6 pengawas yang mengajukan laporan, setelah dilakukan kroscek terhadap persyaratan administrasi ada 4 yang disetujui memenuhi persyaratan.

Sejak bulan Juli dan September 2019 ini, Bawaslu Provinsi DKI Jakarta menyampaikan prihatin atas kejafian hang menimpa pengawqs pemilu baik yang meninggal maupaun sakit, Kami telah melakukan pemberjan santunan kepada pengawas pemilu yang meninggal dan sakit dalam menjakankan tugas, termasuk kepada 4 orang pengawas pemilu dari Bawaslu Kota Jakarta Timur dengan rincian: 2 pengawas pemiku dengan kreteria sakit/luka berat dan luka sedang

  1. Khanifatun Nasikhah Pengawas TPS 05,  Kel.Pisangan Timur Pulo Gadung (Kriteria Luka Berat)
  2. Jamaludin, Panwaslu Kelurahan Rawa Bunga (Kriteria Luka Sedang)

Dan 2 pengawas pemilu  dengan kreteria meninggal dunia.

  1. Selvy Pengawas TPS 087, Kel. Kayu Manis Matraman
  2. Subrojo Pengawas TPS 30, Kel. Pisangan Baru Matraman.

Ketua Bawaslu Provinsi DKI Jakarta Bpk. M.Jufri secara simbolik melakukan pemberian santunan tersebut dan menyampaikan untuk pemberian santunan ini memang memerlukan waktu karena ada persyaratan administrasi harus dipenuhi, kemudian harus melalui berbagai verifikasi administrasi yang dilakukan oleh tim verifikator  sebagaimana   diatur dalam ketentuan Menteri Keuangan  dalam suratnya bernomor S-317/MK/02/2019 tertanggal 25 April 2019.

Setelah dinyatakan memenuhi syarat kemudian dilaporkan ke Bawaslu RI, pengawas pemilu yang telah memenuhi syarat administrasi dan berhak mendapatkan santunan. Selain santunan Bawaslu DKI Jakarta melalui 6 (enam) wilayah Bawaslu Kabupatrn/Kota juga memberikan sertifikat penghargaan kepada Pengawas Pemilu Adhock atas tugaa dan dedikaasinya ikut menjadi pengawas pemilu pada Pemilu Anggota DPR, DPD dan DPRD serta Pemilu Presiden Tahun 2019.

Semoga santunan yang diberikan tersebut bermanfaat bagi keluarga pengawas pemilu baik yang meninggal maupun sakit.

Editor : Sakhroji,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *