Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Jakarta Timur Hadiri Ngopi Mas, Perkuat Sinergi dan Kemitraan dalam Membangun Demokrasi

Bawaslu Jakarta Timur Hadiri Ngopi Mas, Perkuat Sinergi dan Kemitraan dalam Membangun Demokrasi

Jakarta Timur — Bawaslu Kota Administrasi Jakarta Timur menghadiri kegiatan Ngopi Mas (Ngobrol Pintar untuk Membangun Demokrasi) dalam rangka Peningkatan Kemitraan Pemerintah Daerah dengan Partai Politik di Jakarta Timur Tahun Anggaran 2026, Rabu (30/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Dukuh Condet, Ruang Serbaguna Blok A Lantai Dasar, Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, menjadi ruang dialog untuk memperkuat komunikasi dan kemitraan antarpemangku kepentingan dalam membangun kehidupan demokrasi yang kondusif.

Kegiatan tersebut mempertemukan unsur Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur, partai politik, KPU, Bawaslu, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Forum ini membahas sejumlah isu strategis, mulai dari pencegahan polarisasi politik, pendidikan politik masyarakat, penguatan peran partai politik, hingga dukungan terhadap pembangunan Jakarta sebagai kota global.

Kehadiran Bawaslu Jakarta Timur dalam forum tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dengan berbagai pihak di luar tahapan pemilu. Ruang dialog seperti Ngopi Mas dapat menjadi sarana untuk menyamakan pemahaman mengenai dinamika demokrasi sekaligus memperkuat kolaborasi dalam mendorong partisipasi masyarakat.

Dalam sambutannya, Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang mempertemukan pemerintah daerah dan partai politik. Ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah dan partai politik memiliki ruang kontribusi yang sama dalam memperhatikan kepentingan masyarakat Jakarta Timur.

Menurut Munjirin, hubungan antarpihak perlu terus dipelihara dengan komunikasi yang baik dan suasana yang kondusif. Ia juga mengapresiasi pelaksanaan pendidikan politik bagi pemilih pemula yang telah dilakukan oleh KPU dan Bawaslu melalui sosialisasi di 30 sekolah pada Juli hingga Agustus 2026.

Pendidikan politik bagi generasi muda, lanjutnya, perlu dilakukan secara rutin dan berkelanjutan. Hal tersebut menjadi penting dalam membangun pemahaman masyarakat mengenai demokrasi sekaligus mempersiapkan pemilih pemula menghadapi Pemilu 2029.

Ketua Bawaslu Kota Administrasi Jakarta Timur, Willem Johanes Wetik, yang hadir dalam kegiatan tersebut turut menekankan pentingnya keterlibatan berbagai unsur dalam menjaga kualitas demokrasi. Menurutnya, pengawasan pemilu membutuhkan dukungan dan partisipasi dari seluruh elemen masyarakat.

“Pengawasan pemilu bukan hanya menjadi tanggung jawab Bawaslu, tetapi membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat. Karena itu, ruang dialog dan kemitraan seperti ini penting untuk bersama-sama menjaga demokrasi tetap berjalan secara baik dan kondusif.”

Sementara itu, pada sesi materi, Muhammad Reza Yudistira, S.IP., M.Si. menyampaikan materi Strategi Bersama Pencegahan Polarisasi Politik. Ia menjelaskan bahwa pencegahan potensi konflik membutuhkan koordinasi yang dilakukan secara berkelanjutan antara pemerintah daerah, Kesbangpol, partai politik, penyelenggara pemilu, serta unsur masyarakat.

Menurutnya, apabila terdapat tanda-tanda eskalasi di masyarakat, forum koordinasi yang telah tersedia perlu dimanfaatkan untuk melakukan deteksi dini dan menentukan langkah yang dapat dilakukan secara bersama. Monitoring terhadap perkembangan isu politik dan sosial juga perlu diperkuat, khususnya terhadap informasi yang berkembang melalui media sosial dan media elektronik.

Perkembangan informasi digital menjadi salah satu perhatian karena sebuah isu dapat berkembang dengan cepat dan bertemu dengan kepentingan lain. Kondisi tersebut perlu diantisipasi melalui komunikasi, edukasi, serta verifikasi informasi agar tidak berkembang menjadi persoalan yang memperbesar polarisasi di tengah masyarakat.

Forum koordinasi seperti Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) juga dinilai dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari upaya pemantauan kondisi sosial, komunikasi antarpihak, serta pencegahan konflik di masyarakat.

Dalam materi tersebut juga ditekankan pentingnya harmonisasi setelah kompetisi politik atau tahapan pemilu berakhir. Perbedaan pilihan politik perlu dikelola agar tidak berlanjut menjadi konflik di masyarakat. Karena itu, komunikasi dan kemitraan tidak hanya dibutuhkan pada saat kompetisi politik berlangsung, tetapi juga setelahnya.

Selanjutnya, Fadhilannisa Apridini menyampaikan materi Peran Partai Politik dalam Mewujudkan Kota Global Jakarta. Dalam paparannya, dibahas posisi Jakarta dalam berbagai indeks kota global serta sejumlah aspek yang menjadi perhatian dalam pembangunan kota, antara lain ekonomi, modal manusia, kualitas hidup, lingkungan, tata kelola, aktivitas bisnis, pertukaran informasi, pengalaman budaya, dan keterlibatan politik.

Partai politik diharapkan dapat mengambil peran sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan Jakarta. Peran tersebut dapat dilakukan melalui sinergi kebijakan dan pengawasan di DPRD, dukungan terhadap program strategis penataan kota, pendidikan politik, peningkatan kesadaran warga, serta rekrutmen dan kaderisasi kepemimpinan yang berkualitas dan berintegritas.

Dalam sesi diskusi, peserta turut menyampaikan sejumlah pertanyaan mengenai upaya pemerintah dalam meminimalkan polarisasi politik serta manfaat pembangunan Jakarta sebagai kota global bagi masyarakat. Diskusi menjadi ruang untuk melihat persoalan dari berbagai perspektif dan membahas langkah yang dapat dilakukan bersama.

Salah satu pembahasan juga menyoroti pentingnya memastikan pembangunan kota memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat. Pengembangan transportasi umum, peningkatan akses pendidikan, serta perluasan kesempatan masyarakat menjadi bagian dari pembangunan yang perlu terus diperhatikan.

Selain isu demokrasi dan pembangunan kota, Wali Kota Jakarta Timur juga menyampaikan sejumlah hal terkait kontribusi partai politik dalam kegiatan kemasyarakatan. Di antaranya edukasi pemilahan sampah, pembinaan kepemudaan, serta dukungan terhadap kegiatan positif bagi generasi muda sebagai bagian dari upaya membangun lingkungan sosial yang kondusif.

Bawaslu Jakarta Timur memandang penguatan komunikasi dan kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan sebagai bagian dari upaya memperluas pengawasan partisipatif. Keterlibatan pemerintah daerah, partai politik, organisasi masyarakat, komunitas, serta masyarakat secara luas menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran bersama mengenai demokrasi dan pengawasan pemilu.

Melalui kehadiran dalam kegiatan Ngopi Mas, Bawaslu Jakarta Timur terus membuka ruang komunikasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat pemahaman dan partisipasi masyarakat. Kolaborasi yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan dapat mendukung terciptanya demokrasi yang inklusif, kondusif, dan partisipatif menuju Pemilu 2029.

Penulis: Mega Cahya P.

Foto: Nur Andini

Editor: Humas