Sinergi Gakkumdu, Dewi: Kita Siapkan Formula Penegakan Pidana Pemilu

Sinergi Gakkumdu, Dewi: Kita Siapkan Formula Penegakan Pidana Pemilu

Badan Pengawas Pemilihan Umum – Anggota Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo mengatakan, ada beberapa catatan penting dalam penegakan hukum pidana dalam Pemilu 2019. Menurutnya, Sentra Gakkumdu (Penegakan Hukum Terpadu) harus bersinergi agar mengoptimalkan kinerja dalam menjaga keadilan pemilu.

“Sentra Gakkumdu ini ada ketika pemilu tahun 2009 yang ditandai dengan MoU bersama antara Bawaslu, Kejaksaan Agung dan Polri.  Sejak saat itu penegakan tindakan pidana pemilu dimula dari sebuah tim terpadu dengan nama Gakkumdu,” ujarnya saat memberikan sambutan dalam acara Rapat Evaluasi Pemilu 2019 Sentra Gakkumdu dan Persiapan Pilkada 2020 di Jambi, Senin (9/9/2019) malam.

Koordinator Divisi Penindakan Bawaslu ini menjelaskan, data tindak pidana sepanjang penyelenggaraan Pemilu 2019 lalu, Provinsi Sulawesi Selatan memiliki putusan inkracht(berkekuatan hukum tetap) terbanyak dengan 40 putusan. Diikuti provinsi lainnya, yakni Sulawesi Tengah dengan 24 putusan, Maluku Utara dan NTB masing-masing 21 putusan. Sementara untuk Pulau Sumatra, Provinsi Sumatra Barat memiliki putusan inkracht terbanyak, yaitu 17 putusan, diikuti Riau dengan 16 putusan, Sumatra Utara dengan 15 putusan, dan Jambi sendiri bersama Sumatra Selatan dan Lampung ada 1 putusan.

“Semua ada ukurannya, banyaknya putusan pidana yang inkracht bukanlah tolak ukur keberhasilan dalam penegakan tindak pidana pemilu. Jadi, tidak mesti daerah dengan putusan inkrcaht yang sedikit dikatakan gagal dan daerah yang putusannya banyak adalah baik,” jelasnya.

“Melalui rapat evaluasi ini kita siapkan formula dan capaian yang baik dalam penegakan hukum pidana pemilu ini, ” tambah perempuan yang menjabat Koordinator Nasional Sentra Gakkumdu tersebut.

Editor: Ranap THS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *