Bawaslu Jakarta Timur Perkuat Kolaborasi dengan Ketua RT 08 Malaka Jaya untuk Pengawasan Partisipatif
|
Jakarta Timur – Bawaslu Kota Administrasi Jakarta Timur terus memperkuat silaturahmi dan membangun kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat sebagai bagian dari upaya meningkatkan pengawasan partisipatif. Salah satunya melalui audiensi dengan Dr. Taufiq Supriadi, Ketua RT 08, Kelurahan Malaka Jaya, Jakarta Timur.
Dalam audiensi tersebut, Bawaslu Kota Administrasi Jakarta Timur menyampaikan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mendukung pengawasan penyelenggaraan pemilu. Bawaslu juga membuka peluang kerja sama yang lebih berkelanjutan melalui penyusunan Memorandum of Understanding (MoU) sebagai landasan kolaborasi antara Bawaslu dan masyarakat di tingkat lingkungan.
Ketua Bawaslu Kota Administrasi Jakarta Timur, Willem J. Wetik, mengatakan bahwa pengawasan pemilu tidak hanya menjadi tanggung jawab Bawaslu, tetapi membutuhkan dukungan dan keterlibatan masyarakat.
“Kami ingin membangun kolaborasi yang berkelanjutan dengan masyarakat. Bawaslu tidak bisa berjalan sendiri. Melalui silaturahmi dan kerja sama dengan tokoh serta masyarakat di tingkat lingkungan, kami berharap edukasi kepemiluan dan pengawasan partisipatif dapat semakin dekat dan mudah dipahami oleh masyarakat,” ujar Willem.
Selain membahas peluang kerja sama, Bawaslu turut mengundang Dr. Taufiq Supriadi untuk berpartisipasi dalam sejumlah kegiatan Bawaslu Jakarta Timur, di antaranya Jumat Sehati dan Jumpa Berlian. Bawaslu juga membuka ruang bagi Ketua RT 08 Malaka Jaya untuk berkontribusi dalam penyusunan dan pengisian buletin Bawaslu Jakarta Timur sebagai sarana berbagi informasi dan edukasi kepada masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Dr. Taufiq Supriadi menyampaikan kesiapan untuk mendukung kegiatan sosialisasi serta berkolaborasi dengan Bawaslu Jakarta Timur. Ia juga menyampaikan pentingnya menjaga silaturahmi secara berkelanjutan selama kerja sama yang dilakukan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dr. Taufiq turut menyampaikan sejumlah prinsip dalam membangun komunikasi dengan masyarakat, yakni pentingnya keteladanan, menyampaikan informasi dengan bahasa yang mudah dipahami, tidak melakukan konfrontasi dengan warga, serta mengedepankan transparansi.
Belajar dari Lingkungan melalui Konsep Eco Edufarm
Usai audiensi, Bawaslu Kota Administrasi Jakarta Timur diajak berkeliling melihat lingkungan yang dikembangkan dengan konsep Pencegah Krisis Planet melalui pendekatan Eco Edufarm.
Dalam kunjungan tersebut, Bawaslu Jakarta Timur melihat secara langsung lingkungan yang mengintegrasikan unsur edukasi, kepedulian terhadap lingkungan, serta pemanfaatan ruang secara produktif. Konsep Eco Edufarm menjadi salah satu bentuk edukasi berbasis lingkungan yang memperkenalkan pentingnya menjaga keberlanjutan dan membangun kepedulian masyarakat terhadap lingkungan di sekitar.
Kegiatan tersebut turut menjadi bagian dari rangkaian silaturahmi yang membuka ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara Bawaslu Jakarta Timur dengan masyarakat. Tidak hanya membahas kepemiluan dan pengawasan partisipatif, pertemuan tersebut juga memperlihatkan bagaimana kolaborasi di tingkat masyarakat dapat dikembangkan melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat secara langsung.
Audiensi dan kunjungan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun hubungan yang berkelanjutan antara Bawaslu Jakarta Timur dengan masyarakat Malaka Jaya, sekaligus memperluas ruang kolaborasi dalam edukasi, pengawasan partisipatif, dan kegiatan sosial kemasyarakatan.
Penulis dan Foto: Mega Cahya P.
Editor: Humas