Bawaslu Provinsi DKI Jakarta Gelar Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) di Bawaslu Jakarta Timur
|
Jakarta, 4 Juni 2026 — Bawaslu Provinsi DKI Jakarta melaksanakan kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 yang bertempat di Kantor Bawaslu Kota Administrasi Jakarta Timur. Mengusung tema “Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu yang Bermartabat”, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat serta memperkuat peran pengawasan partisipatif dalam penyelenggaraan pemilu dan pemilihan.
Bawaslu Kota Jakarta Timur berperan sebagai fasilitator sekaligus penyedia tempat pelaksanaan kegiatan yang dihadiri oleh jajaran Bawaslu Provinsi DKI Jakarta, Bawaslu Kota Jakarta Timur, serta 27 peserta yang telah mengikuti rangkaian pembelajaran daring sebelumnya.
Kegiatan dibuka oleh Anggota Bawaslu Provinsi DKI Jakarta, Buhanuddin. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pengawasan partisipatif merupakan salah satu pilar penting dalam menjaga kualitas demokrasi. Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam pengawasan tidak hanya menjadi bentuk kepedulian terhadap demokrasi, tetapi juga kontribusi nyata dalam mewujudkan pemilu yang berintegritas dan bermartabat.
Rangkaian kegiatan diisi dengan pembahasan catatan kritis yang telah disusun peserta selama proses pembelajaran daring. Bersama para pemateri, peserta mendiskusikan berbagai isu kepemiluan, tantangan pengawasan, serta peluang penguatan partisipasi masyarakat dalam mengawal setiap tahapan pemilu dan pemilihan.
Selain itu, peserta juga menyusun rencana tindak lanjut sebagai bentuk komitmen untuk menerapkan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti Pendidikan Pengawas Partisipatif. Suasana pembelajaran semakin interaktif melalui sesi games dan ice breaking yang membangun semangat kolaborasi, komunikasi, dan kerja sama antar peserta.
Tema “Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu yang Bermartabat” menjadi semangat yang mewarnai seluruh rangkaian kegiatan. Melalui tema tersebut, peserta didorong untuk tidak hanya memahami konsep pengawasan partisipatif, tetapi juga mampu mengambil peran aktif sebagai agen penggerak demokrasi di lingkungan masing-masing.
Kegiatan ditutup oleh Ketua Bawaslu Provinsi DKI Jakarta, Munandar Nugraha. Dalam arahannya, ia mengapresiasi antusiasme dan partisipasi aktif seluruh peserta selama kegiatan berlangsung. Ia berharap para peserta dapat menjadi mitra strategis Bawaslu dalam memperluas gerakan pengawasan partisipatif di tengah masyarakat.
"Pengawasan partisipatif bukan hanya tentang mengawasi, tetapi tentang membangun kesadaran bersama untuk menjaga integritas demokrasi. Ketika masyarakat berfungsi dan bergerak bersama, maka cita-cita mewujudkan pemilu yang bermartabat akan semakin dekat," ujarnya.
Melalui Pendidikan Pengawas Partisipatif Tahun 2026, Bawaslu Provinsi DKI Jakarta bersama Bawaslu Kota Jakarta Timur berkomitmen untuk terus memperkuat keterlibatan masyarakat dalam pengawasan pemilu sebagai bagian dari upaya mewujudkan demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas.
Penulis dan Foto: Mega Cahya P.
Editor: Humas