Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kota Jakarta Timur Gelar Roadshow Penguatan Kelembagaan: Sosialisasi Pengawasan Partisipatif di SMK Rahayu Mulyo

Bawaslu Kota Jakarta Timur Gelar Roadshow Penguatan Kelembagaan: Sosialisasi Pengawasan Partisipatif di SMK Rahayu Mulyo

Jakarta, 27 Agustus 2025 - Bawaslu Kota Jakarta Timur melaksanakan Penguatan Kelembagaan: Sosialisasi Pengawasan Partisipatif bersama siswa-siswi SMK Rahayu Mulyo. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman lebih mendalam terkait kepemiluan, peran Bawaslu, serta pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam pengawasan pemilu.

Acara dibuka dengan sambutan Kepala SMK Rahayu Mulyo, Putri Rahayu, yang berharap kerja sama antara sekolah dan Bawaslu dapat memberikan manfaat jangka panjang. “Semoga kegiatan ini bisa dirasakan manfaatnya oleh para siswa di kemudian hari,” ujarnya.

Koordinator Divisi P2H Bawaslu Kota Jakarta Timur, Taufik Hidayatulloh, dalam sambutannya menekankan pentingnya pemahaman generasi muda mengenai kepemiluan. Ia menjelaskan bahwa dalam lima tahun ke depan para siswa sudah akan menjadi pemilih, sehingga perlu memahami tahapan, proses, hingga pengawasan pemilu baik secara partisipatif maupun struktural.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Jakarta Timur, Willem J. Wetik, menekankan pentingnya pendidikan pemilu bagi generasi muda. Ia juga menjelaskan peran lembaga penyelenggara pemilu, yakni KPU, Bawaslu, dan DKPP, serta menyampaikan agenda penandatanganan MoU antara SMK Rahayu Mulyo dengan Bawaslu Kota Jakarta Timur. “Alasan utama Bawaslu dibentuk adalah untuk mencegah kecurangan dalam pemilu sehingga tercipta pemilu yang berkualitas,” jelas Willem.

Dalam sesi materi, narasumber Carlos menyampaikan bahwa demokrasi harus senantiasa dijaga dan diperkuat. Ia juga menguraikan berbagai sistem kepemiluan seperti Sirekap, Sidalih, Silog, dan Siwaslu yang digunakan untuk mendukung keterbukaan serta pengawasan dalam proses pemilu.

Sesi tanya jawab berjalan interaktif dengan berbagai pertanyaan dari siswa, mulai dari cara mencegah golput, peran DPR dalam pemilu, strategi pengawasan, hingga pentingnya pemilu bagi demokrasi. Pertanyaan-pertanyaan tersebut dijawab dengan komprehensif oleh narasumber maupun pimpinan Bawaslu.

Kegiatan ditutup dengan penyampaian strategi penguatan kelembagaan Bawaslu, baik dalam tahapan maupun non-tahapan pemilu. Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kota Jakarta Timur berharap siswa-siswi dapat menjadi pemilih cerdas sekaligus pengawas partisipatif dalam mewujudkan demokrasi yang jujur dan adil.

Penulis dan Foto: Humas