Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kota Jakarta Timur Tingkatkan SDM Pengawas Adhoc dalam Pengawasan Tahapan Logistik serta Pemungutan dan Penghitungan Suara pada Pemilihan Serentak Tahun 2024

Bawaslu Kota Jakarta Timur Tingkatkan SDM Pengawas Adhoc dalam Pengawasan Tahapan Logistik serta Pemungutan dan Penghitungan Suara pada Pemilihan Serentak Tahun 2024

Suasana pemaparan materi oleh ibu Ardhana Ulfa Azis.

Jakarta, 19 November 2024 – Bawaslu Kota Jakarta Timur menyelenggarakan kegiatan Penguatan Kapasitas Kecamatan dengan tema “Meningkatkan SDM Pengawas Adhoc dalam Pengawasan Tahapan Logistik serta Pemungutan dan Penghitungan Suara pada Pemilihan Serentak Tahun 2024.” Acara ini berlangsung selama dua hari pada 18-19 November 2024 dan dihadiri oleh jajaran Bawaslu, Panwaslu Kecamatan, serta pemangku kepentingan lainnya.

Acara dibuka oleh Prayogo Bekti Utomo, Anggota Bawaslu Kota Jakarta Timur, yang menekankan pentingnya kedisiplinan dan kepatuhan terhadap aturan pemilu dan pilkada. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan, “Kedisiplinan dan kepatuhan terhadap jadwal kampanye, pengawasan terhadap potensi pelanggaran, serta pengelolaan alat peraga kampanye (APK) di masa tenang adalah kunci sukses pemilu”

Ketua Bawaslu Kota Jakarta Timur, Willem Johanes Wetik, menegaskan komitmen lembaganya dalam mendukung upaya penertiban APK dan kesiapan menghadapi masa tenang. Penertiban akan dilakukan bersama KPU dan Satpol PP, dengan melibatkan tim paslon untuk mempercepat proses.

Narasumber dalam kegiatan ini, Carlos Kartika Yudha, Komisioner KPU Jakarta Timur, menjelaskan tahapan dan teknis pemungutan suara yang akan berlangsung pada 27 November 2024. Selain itu, ia menyoroti pentingnya persiapan logistik dan pengawasan di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Hal ini termasuk layanan bagi pemilih disabilitas, prosedur penghitungan suara, dan penanganan potensi pelanggaran pemilu.

Ardhana Ulfa Azis, Komisioner Bawaslu Jakarta Selatan (2019-2023), mengulas pentingnya pengawasan logistik pemilu, seperti kotak suara dan surat suara, yang harus memenuhi standar keamanan dan kualitas. Ia juga menekankan bahwa laporan pengawasan harus akurat dan segera ditindaklanjuti untuk mencegah pelanggaran administratif.

Acara ini ditutup dengan diskusi interaktif antara narasumber dan peserta, membahas berbagai tantangan teknis di lapangan, seperti hak pilih bagi pemilih sakit dan efisiensi proses penghitungan suara di TPS. Moderator Ahmad Qais menyampaikan apresiasi kepada peserta atas kontribusi mereka, berharap kegiatan ini mampu mendukung pelaksanaan pilkada yang jujur dan adil.

Penulis dan Foto: Humas

Editor: Humas