Lompat ke isi utama

Berita

Ngabuburit Pengawasan 2026: Kasek Haris Dharma Persada Tekankan Tertib Administrasi dan Pelaporan Kinerja Sekretariat

Ngabuburit Pengawasan 2026: Kasek Haris Dharma Persada Tekankan Tertib Administrasi dan Pelaporan Kinerja Sekretariat

Dalam podcast Ngabuburit Pengawasan Bawaslu Kota Administrasi Jakarta Timur Tahun 2026, tema “Penguatan Tata Kelola Administrasi dan Pelaporan Kinerja Sekretariat Bawaslu Kota Jakarta Timur” menjadi sorotan utama. Materi disampaikan oleh Haris Dharma Persada, Kepala Sekretariat Bawaslu Kota Administrasi Jakarta Timur. Ia menegaskan bahwa pengawasan pemilu yang kuat tidak hanya ditentukan oleh kerja pengawas di lapangan, tetapi juga oleh tata kelola administrasi yang rapi dan dapat dipertanggungjawabkan. Pesan ini disampaikan sebagai penguatan pemahaman publik tentang peran sekretariat sebagai penopang operasional kelembagaan.

Haris menjelaskan, Sekretariat Bawaslu Kota Administrasi Jakarta Timur bertugas memberikan dukungan administrasi dan teknis operasional kepada Bawaslu Kota serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait. Dukungan tersebut mencakup penyusunan rencana dan program kerja, pengelolaan administrasi, hingga penyusunan laporan kegiatan. Baginya, tata kelola yang tertib adalah “mesin kerja” yang memastikan proses pengawasan berjalan tepat waktu, terdokumentasi, dan transparan. Dengan begitu, keputusan dan langkah pengawasan berdiri di atas proses yang jelas, bukan sekadar niat baik.

Dalam penguatan tata kelola administrasi, Haris menekankan beberapa pilar utama: perencanaan yang disiplin, anggaran yang akuntabel, pengelolaan keuangan yang tertib, pengelolaan barang milik negara yang transparan, serta pembinaan SDM yang konsisten. “Perencanaan dan pelaporan bukan formalitas—ini cara kita menjaga akuntabilitas lembaga di mata publik,” ia menegaskan. Ia juga menyoroti pentingnya koordinasi administrasi lintas unit agar pelaksanaan program tidak sporadis dan pelaporan kinerja tidak sekadar “menggugurkan kewajiban”. Dengan tata kelola yang kuat, setiap kegiatan dapat diukur, dievaluasi, dan ditingkatkan kualitasnya.

Haris juga memaparkan bahwa penguatan administrasi berjalan melalui kerja terstruktur di tiga subbagian, yang saling melengkapi dalam satu rantai kinerja. Subbagian Administrasi memastikan fondasi organisasi—mulai dari rencana program dan anggaran, tata usaha, perlengkapan, hingga pengawasan internal—berjalan tertib. Subbagian Pengawasan Pemilu dan Hubungan Masyarakat memperkuat layanan informasi publik, pengelolaan data, serta dukungan pencegahan pelanggaran dan pengawasan partisipatif agar publik terlibat secara sehat. Sementara Subbagian Penanganan Pelanggaran, Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu, dan Hukum memastikan dukungan penerimaan laporan, fasilitasi sengketa proses, serta kajian dan advokasi hukum terdokumentasi rapi sebagai bagian dari pelaporan kinerja.

Melalui Ngabuburit Pengawasan, Bawaslu Kota Administrasi Jakarta Timur mendorong literasi publik bahwa pengawasan pemilu membutuhkan sistem kerja yang tertib dari hulu ke hilir. Program ini menjadi ruang edukasi yang menegaskan: profesionalitas pengawasan harus ditopang administrasi yang disiplin, transparan, dan terukur. Haris menutup pesannya dengan pengingat sederhana namun tegas: pengawasan yang kredibel lahir dari bukti kerja yang tercatat rapi, karena tertib administrasi adalah pintu masuk kepercayaan publik.

Penulis: M. Syahrul Yudistira

Editor: Humas