Ngabuburit Pengawasan: Amelia Rahman Marasabessy Tekankan Penguatan SDM Pengawas Pemilu yang Profesional dan Berintegritas
|
Dalam podcast dialog Ngabuburit Pengawasan (9/3/2026), Bawaslu Kota Administrasi Jakarta Timur mengangkat tema “Pengembangan Kompetensi SDM Pengawas Pemilu yang Profesional dan Berintegritas.” Episode ini menghadirkan Amelia Rahman Marasabessy, Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, dan Pendidikan dan Pelatihan Bawaslu Kota Administrasi Jakarta Timur, dengan Dhian Nurul Safitri sebagai host. Melalui dialog yang lugas dan mudah dipahami, Amelia menegaskan bahwa kualitas pengawasan sangat ditentukan oleh kesiapan SDM dari sisi pengetahuan, sikap, dan keterampilan kerja. Ia mengajak publik melihat pengawasan pemilu sebagai kerja profesional yang membutuhkan standar dan disiplin.
Amelia menjelaskan bahwa pengembangan kompetensi SDM pengawas tidak berhenti pada pemahaman aturan, tetapi juga pembentukan karakter kerja. Ia memperkenalkan pegangan nilai yang mudah diingat untuk menguatkan sikap pengawas, yakni sinergi, integritas, mentalitas, dan profesionalitas. “Pengawas harus bekerja berani dan cermat, tapi tetap tertib dan bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya dalam dialog. Menurutnya, integritas bukan hanya soal niat baik, melainkan konsistensi menjalankan tugas sesuai prosedur.
Dalam pelaksanaannya, Bawaslu Kota Administrasi Jakarta Timur terus mendorong pembinaan melalui pembekalan dan bimbingan teknis yang terarah, khususnya bagi jajaran pengawas adhoc. Amelia menekankan pentingnya materi yang seragam, pendampingan yang berkelanjutan, serta penajaman keterampilan praktis di lapangan. “Pembekalan itu bukan formalitas pelantikan; kita pastikan pengawas paham tugas, paham batas kewenangan, dan paham cara kerja yang benar,” ujarnya. Ia menambahkan, penguatan SDM harus membentuk pengawas yang mampu bekerja tenang, teliti, dan adil dalam situasi apa pun.
Tantangan terbesar, menurut Amelia, adalah skala pengawasan yang luas dan kebutuhan SDM yang besar hingga tingkat TPS, sehingga pembinaan harus dilakukan secara sistematis dan adaptif. Karena itu, ia menegaskan pentingnya penguatan jejaring, koordinasi, serta strategi peningkatan partisipasi masyarakat agar pengawasan tidak berjalan sendiri. Dalam dialog tersebut, Amelia juga menyoroti upaya memperluas keterlibatan perempuan dalam kepengawasan melalui kerja sama dan pendekatan ke komunitas serta organisasi perempuan. “Pengawasan yang kuat butuh keterlibatan semua pihak, termasuk perempuan, karena integritas demokrasi dijaga bersama,” katanya. Menurutnya, keberagaman pengawas memperkuat ketahanan pengawasan dan memperluas jangkauan edukasi publik.
Program Ngabuburit Pengawasan menjadi ruang edukasi untuk menumbuhkan kesadaran bahwa pengawasan pemilu membutuhkan SDM yang kompeten, profesional, dan berintegritas. Melalui dialog yang informatif, Bawaslu Kota Administrasi Jakarta Timur menegaskan komitmennya membangun kualitas pengawasan yang dapat dipercaya publik. Di akhir sesi, pesan yang mengemuka sederhana namun tegas: pengawas yang profesional bekerja dengan ilmu dan prosedur, pengawas yang berintegritas menjaga amanah tanpa kompromi. Sebab pengawasan pemilu yang kuat selalu dimulai dari manusia yang kuat—kompeten dalam kerja, jernih dalam sikap, dan teguh dalam integritas.
Penulis: M.Syahrul Yudistira
Editor: Mega Cahya