Lompat ke isi utama

Berita

Peningkatan Pengawasan Pemilu Partisipatif Bawaslu Kota Jakarta Timur

Jakarta, Bawaslu Kota Jakarta Timur – Dalam rangkasosialisasi dan memberikan pendidikan kepada pemilih pemula di wilayah Kota Administrasi Jakarta Timur, Bawaslu Kota Administrasi Jakarta Timur menyelenggarakan kegiatan Pengawasan Pemilu Partisipatif di Hotel Balairung Jakarta pada Kamis (22/04/2021).

Kegiatan Pengawasan Pemilu Partisipatif tetap dilaksanakan oleh Bawaslu Kota Administrasi Jakarta Timur di Bulan Ramadhan dengan tetap melaksanakan Protokol Kesehatan Penanganan COVID-19.

Sakhroji Ketua Bawaslu Kota Jakarta Timur menyampaikan pentingnya peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengawasan Pemilu. “Pengawasan partisipatif masyarakat merupakan upaya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat agar terlibat dan menjadikan Pemilu lebih baik. Pengawasan partisipatif ini merupakan langkah stategis bagi pemilu, dimana masyarakat diharapkan aktif dalam proses pengawasan partisipatif ini” ujarnya dalam sambutan kegiatan Pengawasan Pemilu Partisipatif yag dilaksanakan di Hotel Balirung Jakarta (22/04).

Tambahnya, Sakhroji juga menyampaikan pemilih pemula perlu diberikan pembelajaran tentang kepemiluan, untuk itu Bawaslu hadir melaksanakan kegiatan Pengawasan Pemilu Partisipatif dan nantinya akan membuka pojok pengawasan disekolah dan universitas se-Jakarta Timur.

Dalam kesempatan yang sama Burhanuddin Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Provinsi DKI Jakarta, menyampaikan tentang program kerja yang dilaksanakan Bawaslu DKi Jakarta. "Bawaslu sangat intens memberikan sosialisais kepada pemilih Pemula. Dengan pengembangan program pendidikan pengawasan partisipatif seperti

  1. SKPP (Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif) yang dilakukan secara daring, diseluruh Kab/Kota di DKI Jakarta.
  2. Forum Warga
  3. Pojok Pengawasan , yang saat ini ada di UNUSIA dan Universitas Tantri Abeng sebagai bentuk kerjasama kami kepada kampus-kampus, dan mungkin nanti dari Bawaslu Kab/Kota pun akan ada pojok pengawasan disekolah dan kampus sesuai dengan wilayahnya.
  4. KKN Tematik, yang saat ini belum berjalan namun hampir seiap tiga bulan selalu ada mahasiswa yang melaksnaakan magangkerja, dimana ini menjadi bagian bahwa bawaslu terbuka bagi mahasiswa." Pungkasnya saat mengisi materi dalam kegiatan Pengawasan Pemilu Partisipatif Jakarta (222/04).

Ketua Network for Indonesian Democratic Society (Netfid) Indonesia, menambahkan "Pengawasan dan Pemantauan Pemilu menjadi hal yang sangat penting dalam setiap Penyelenggaraan Pemilu dimanapun berada. Untuk itu peran dari partisipasi pemilih pemula sangatlah dibutuhkan, karena bila tidak ada pengawasan dan pemantauan dalam penyelenggaraan pemilu, akan terus ada kecurangan dalam berbagai bentuk yang sifatnya administrasi maupun politik uang. Dahlia juga menjelaskan beberapa problematika penyelenggaraan pemilu di berbagai negara. Dimana penyelenggaraan pemilu haruslah mempunyai prinsip Bebas dan Adil dengan poin :Pemilihnya Regular dan Berkala, Hak Pilih yang Universal Dan Dilaksanakn oleh Lembaga yang Independen dan tidak Berpihak." Kata Dahlia Umar Dalam Acara Pengawasan Partisipatif (22/04/2021).

Editor : Adho R.F

Tag
Berita Bawaslu