Renungan Perjuangan R.A. Kartini di Tengah Masa Pandemi
|
Oleh : Tami Widi Astuti
“Karena kami yakin pengaruh Pendidikan besar bagi para wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya yang diserahkan alam sendiri kedalam tangannya menjadi Ibu Pendidikan manusia yang pertama-tama”
(R.A. Kartini)
Pada hari ini, tepat tanggal 21 April 2020, ditengah-tengah suasana duka akibat wabah Covid-19 yang belum usai dengan total kasus yang terus meningkat. Bangsa Indonesia tidak lupa untuk memperingati hari Kartini yang selalu diperingati pada tanggal 21 april setiap tahunnya. Hal tersebut dilakukan setelah Presiden Seokarno menetapkan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional. Raden Ajeng Kartini atau yang lebih dikenal dengan singkatan R.A. Kartini merupakan tokoh perempuan yang telah berjasa di negeri ini. Kehadiran R.A. Kartini dikala itu memberi angin segar dan harapan yang besar untuk kemajuan suatu peradaban pribumi, khususnya peradaban perempuan di Jawa. Tentu saja R.A. Kartini berhasil memecahkan tembok-tembok pemikiran budaya di tanah Jawa yang menempatkan kedudukan perempuan lebih rendah dari pada kedudukan laki-laki. Oleh karenanya R.A. Kartini menginginkan perempuan memiliki kedudukan yang sama dengan laki-laki seperti halnya memiliki kebebasan yang sama dalam menuntut ilmu dan belajar. Alhasil, buah dari perjuangan yang dilakukan R.A. Kartini selama ini adalah kemajuan peradaban bangsa Indonesia yang tidak hanya dilakukan oleh laki-laki saja, melainkan juga perempuan.
Dalam memperingati hari Kartini dimasa darurat kesehatan masyarakat seperti yang saat ini dihadapi oleh bangsa Indonesia akibat wabah pandemi Covid-19. Kita harus bersama-sama merenungkan bahwa bukan hanya laki-laki yang menjadi tim medis sebagai garda terdepan dalam melawan Covid-19. Namun juga banyak sosok-sosok perempuan yang telah berkontribusi sebagai tim medis untuk melawan Covid-19 dan menyelamatkan banyak ratusa nyawa manusia yang terjangkit wabah Covid-19, bahkan salah satu diantara merek telah kehilangan nyawanya. Hal tersebut membuktikan bahwa perjuangan kesetaraan yang dikumandangkan oleh R.A. Kartini sangat memberikan manfaat yang besar bagi bangsa Indonesia hingga saat ini. Kita juga dapat membayangkan, andai saja dahulu R.A. Kartini tidak memulai perjuangannya. Mungkin saja peradaban perempuan di Indonesia sampai saat ini tidak dapat memiliki kebebasan menuntut ilmu dan belajar. Sehingga tentunya tidak akan lahir sosok-sosok tim medis perempuan yang ikut membantu berkontribusi melawan Covid-19 di Indonesia jika hal tersebut terjadi.
Tentu saja apa yang telah diperjuangkan oleh R.A Kartini dahulu harus terus ditingkatkan kualitasnya dan diwujudkan cita-citanya yang belum sepenuhnya tercapai dengan menjadikan bangsa Indonesia yang adil dan setara antara perempuan dan laki-laki. Karena dalam hal ini masih terdapat problem dan tantangan yang harus dihadapi oleh bangsa Indonesia berkaitan dengan mewujudkan kesetaraan tersebut. Salah satu problem kesetaraan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia adalah minimnya partisipasi politik perempuan dan kurangnya kesadaran politik perempuan untuk menjadi bagian dari ruang publik dalam mengambil peran politik. Padahal dalam konteks demokrasi di Indonesia hal tersebut telah dimungkinkan. Disamping itu, dalam pelaksanaan Pemilu di Indonesia yang membuat partisipasi politik perempuan menjadi lemah adalah kurang adanya dukungan dari partai politik dikarenakan perempuan belum memiliki posisi yang strategis dalam Partai Politik dan proses pencalonan yang dilakukan oleh Partai Politik ditempuh dengan cara-cara yang cenderung tertutup. Sehingga hal tersebut dapat menjadi berhala yang menghambat bangsa Indonesia dalam mewujudkan kesetaraan politik antara laki-laki dan perempuan.
Oleh karena itu, sudah seharusnya dihari yang sangat terhormat ini, segenap tanah air ikut merenungkan perjuangan yang telah dimulai oleh R.A Kartini dan juga memanjatkan rasa syukur tiada henti kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan mendoakan agar amal baik yang telah diperjuangkan oleh R.A Kartini dahulu mendapatkan kebaikan yang setimpal seperti yang dirasakan oleh bangsa Indonesia saat ini. Tentu saja menjadi tugas bagi kita semua baik itu laki-laki maupun perempuan untuk bersama-sama dan saling bahu membahu dalam mewujudkan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan di Indonesia. Disamping itu, dengan segala kerendahan hati, mari bersama-sama juga panjatkan doa untuk bangsa Indonesia dan bangsa dunia agar wabah Covid-19 ini cepat berlalu. Semoga masa-masa gelap yang sedang kita hadapi bersama saat ini tidak menyurutkan harapan untuk berusaha mewujudkan agar terang segera datang. Habis gelap, terbitlah terang !