Webinar Peningkatan Kapasitas SDM dengan tema “Menulis Karya Ilmiah” sesi Ke-2
|
Jakarta, Badan Pengawas Pemilu Kota Jakarta Timur – Bawaslu Provinsi DKI Jakarta menyelenggarakan kegiatan Webinar Peningkatan Kapasitas SDM dengan tema “Menulis Karya Ilmiah” sesi Ke-2 secara Daring dan disiarkan langsung melalui akun Youtube Humas Bawaslu Provinsi DKI Jakarta pada hari Rabu (27/08/2020).
Dibuka oleh Ibu Sitti Rakhman, SP.MM selaku Koordiantor Divisi SDM Bawaslu Provinsi DKI Jakarta. Dalam sambutannya Ibu sitti berpesan bahwa “Penulisan karya ilmiah ini merupakan tugas kita sebagai pengawas pemilu. Dengan berdasar pada Kompetensi Analisis dan Kompetensi Sintesis dimana pengawas pemilu dalam menulis suatu karya ilmiah dapat memprioritaskan serta memilah hal-hal yang penting untuk dibahas, juga dapat menarik benang merah dari berbagai permasalahan dalam penulisan agar mendapatkan penyelesaiannya secara efisien dan solutif. Kompetensi ini memang perlu terus diasah dengan bekal pengetahuan dan keterampilan seseorang, dimana pada jangka Panjang akan bermanfaat sebagai kemampuan menulis sebagai upaya kita meningkatkan integritas berperilaku dalam menulis karya ilmiah secara etis agar tidak timbul plagiarisme dan permasalahan lainnya.” Pungkasnya.
Dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab bersama Prof. Dr. Muhammad, S.IP, M.Si selaku Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) sebagai narasumber. Sebelum masuk pada materi Prof. Muhammad menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Pengawas Pemilu di Provinsi DKI Jakarta yang mengadakan Webinar penulisan karya ilmiah ini dimana menjadi kegiatan orang-orang ``Intelek” yang gagasannya akan menjadi legacy dimasa yang akan datang, sesuai dengan kalam Imam Ali bin Abi Thalib r.a – apa yang didengar itu akan hilang sedangkan yang dicatat akan abadi.
Prof. Muhammad dalam materinya memberikan 3 konsep untuk menciptakan karya tulis ilmiah yang baik. “Yang pertama Konsep Ideal Normatif, contohnya kita harus identifikasi terlebih dahulu issue apa yang ideal kita angkat pada setiap periode dalam pemilu. Selanjutnya Konsep Aktual Empirik, dimana kenyatan menjadi salah satu aspek penting dalam karya tulis ilmiah, contoh masih banyaknya kasus politik uang, kasus netralitas ASN, dan lainnya yang diproses oleh Bawaslu menjadi hal menarik untuk diteliti sebagai issue. Yang terakhir adalah Konsep Das Sein dan Das Sollen dimana fakta hukum yang diungkapkan para ahli hukum dalam tataran teoritik haruslah sejalan dengan fakta dilapangan (kenyataannya) serta harus ada solusi dalam gagasan yang kita tulis terhadap masalah tersebut.” Ujarnya saat memaparkan materi dalam Webinar Peningkatan Kapasitas SDM dengan tema “Menulis Karya Ilmiah” sesi Ke-2 (27/08).
Menutup diskusi Prof. Muhammad berharap agar kebiasaan baik yang dibuat oleh Bawaslu Provinsi DKI ini saya harap menyebar dan teman teman dapat membuat tulisan yang baik serta bermanfaat dalam penulisan karya ilmiah sebagai bentuk sosialisasi kepada masyarakat. Sebab, walau Indonesia masuk pada kategori negara yang kompleks permasalahannya dalam pemilu, kita harus lihat sebagai peluang dan tantangan agar kita dapat memberikan contoh kepada dunia bahwa kita dapat menghasilkan pemilu yang berkualitas dan berintegritas.
Editor : Adho R.
